Perjuangan di Transportasi

Halo semuanya! Jadi, saya ini pengguna setia transportasi umum. Kenapa? Karena murah! Tapi murah ini ada harganya juga, yaitu harga kenyamanan. Naik transportasi umum itu kayak lotere—kadang dapet tempat duduk, kadang dapet berdiri kayak penari di tiang kereta!

Pertama, ngomongin soal angkot. Saya nggak pernah paham kenapa supir angkot itu kayaknya punya kemampuan khusus buat tau kita lagi buru-buru. Pas kita butuh cepat, dia pasti nyetirnya pelan, nyari penumpang dari ujung ke ujung. Tapi kalau kita lagi santai, dia ngebut kayak lagi ikut balapan MotoGP! Setiap kali naik angkot, saya selalu deg-degan antara takut telat atau takut nggak nyampe selamat.

Terus, kalian pernah nggak sih, naik bus yang isinya penuh banget? Saya nggak tahu kenapa, tapi di Indonesia itu kayak ada hukum nggak tertulis: selama kita masih bisa napas, bus-nya belum penuh. Saya pernah naik bus yang isinya padat banget, sampai saya nempel sama orang di sebelah. Jadi, kita nih nggak cuma berbagi tempat duduk, tapi juga berbagi napas dan keringat.

Dan yang paling menyebalkan, pasti ada saja orang yang tiduran di kursi dua! Yang begini nih, egois banget. Saya pernah lho, ketemu orang yang tidur di kursi bus, nggak cuma duduk, tapi kakinya juga naik. Saya pengen nanya, "Mas, ini bus atau kamar kos? Kenapa kamu tidur lebih nyenyak dari saya yang di rumah?"

Naik kereta juga nggak kalah seru. Kalian tahu nggak, ada satu momen di kereta yang paling menegangkan—yaitu pas pintu buka di stasiun yang ramai. Itu kayak adegan di film zombie apocalypse! Orang-orang berebut masuk, padahal di dalam kereta juga nggak ada tempat lagi. Kadang saya mikir, kalau zombie apocalypse beneran terjadi, penumpang KRL pasti bisa selamat duluan. Skill desak-desakan mereka itu level master!

Oh iya, di kereta juga ada satu fenomena menarik, yaitu "manusia kursi lipat." Kalian pernah lihat? Itu orang yang selalu duduk di kursi prioritas, tapi pura-pura tidur pas ada lansia atau ibu hamil yang naik. Mata mereka tertutup, tapi kalau ada tukang tiket, tiba-tiba bangun! Ini teknik pura-pura tidur yang dipelajari bertahun-tahun, nih.

Terus, pernah nggak sih kalian naik ojek online? Ini transportasi paling fleksibel, tapi juga paling penuh kejutan. Saya pernah pesan ojek, terus abang ojeknya nanya, "Mas, lewat jalan biasa atau jalan yang cepet tapi agak ekstrim?" Saya jawab, "Ya lewat yang cepet aja, Bang." Ternyata, saya baru tahu kalau jalan ekstrim itu artinya kita naik trotoar, nyelip di gang sempit, dan ngelewatin sawah!

Dan, momen awkward naik ojek online itu pasti saat kita nggak tahu harus ngobrol atau diam aja. Kalau abang ojeknya ramah, kita bisa ngobrol. Tapi kalau diam-diaman? Aduh, perjalanan 30 menit jadi berasa kayak seharian. Kadang saya pengen bawa kartu Uno biar ada yang bisa dimainkan selama perjalanan.

Terakhir, kita nggak bisa ngomongin transportasi umum tanpa ngomongin macet. Di Jakarta, macet itu sudah kayak rutinitas harian. Setiap pagi saya keluar rumah, macet. Sore pulang kerja, macet. Bahkan kalau saya tidur, mimpi saya juga macet! Saya nggak tahu, ini kehidupan atau saya tinggal di jalan tol yang nggak pernah jalan.

Oke, segitu aja dari saya soal perjuangan di transportasi umum. Ingat, kalau hidup kalian berasa sulit, coba naik angkot atau busway, dan kalian akan sadar, hidup itu sebenarnya cuma soal sabar dan berdiri teguh di tengah-tengah keramaian! Terima kasih!