Pengalaman di Kantor
Halo, semuanya! Jadi, saya mau cerita sedikit nih tentang pengalaman kerja di kantor. Saya ini kerja di kantor yang kalau kata orang, kantornya tuh “fleksibel”. Ya, fleksibel... Tapi bukan berarti kita bisa datang jam berapa aja, ya. Maksudnya, kita fleksibel kerja dari kantor atau kerja di rumah, tapi sama-sama lemburnya!
Di kantor saya itu ada budaya meeting. Meeting pagi, meeting siang, meeting sore. Kayak kita tuh nggak pernah cukup ngobrol satu sama lain. Pagi-pagi baru datang, belum sempat duduk, sudah ada email masuk: "Meeting dalam 5 menit." Padahal, meeting ini tujuannya buat ngomongin meeting yang nanti siang.
Dan yang lucu, selalu ada satu orang di meeting yang hobi banget ngasih ide-ide yang terdengar hebat tapi nggak masuk akal. Misalnya, "Gimana kalau kita bikin proyek ini jadi lebih 'out of the box'?" Saya pikir, "Lah, kita aja belum punya box-nya, Pak."
Terus, pas meeting, ada aja tuh yang selalu sibuk mengetik di laptop. Saya penasaran, ini orang kerja atau lagi nonton drama Korea? Ternyata, dia lagi ngetik chat pribadi di grup sebelah. Hati-hati, ya. Kadang chat di grup kantor sama grup pribadi bisa ketuker. Nanti ujung-ujungnya jadi bahan gosip.
Oh iya, saya juga punya bos yang setiap kali lewat meja kita, dia nanya, "Lagi sibuk apa?" Ini pertanyaan jebakan, loh. Kalau kita jawab, "Lagi sibuk ini, Pak," dia pasti jawab, "Oh, bagus. Saya ada tugas tambahan buat kamu." Kalau kita jawab, "Nggak terlalu sibuk, Pak," dia langsung kasih pekerjaan lain. Jadi, triknya adalah kita harus pura-pura telepon setiap kali dia lewat, biar aman.
Terus, di kantor kan ada jam istirahat, ya. Tapi sebenarnya, jam istirahat ini adalah waktu untuk rapat informal. Kita makan siang, tapi sambil ngomongin kerjaan. Jadi, kalau pulang kerja kita merasa lelah, itu bukan cuma fisik, tapi juga mental.
Dan, ada satu hal lagi yang saya nggak ngerti sampai sekarang: Kenapa printer di kantor itu kayaknya selalu ada masalah tiap kali kita butuh? Kita print dokumen penting, tiba-tiba dia kasih pesan error, "Out of paper." Saya langsung bilang ke printer, "Sama, bro, saya juga out of patience."
Tapi, meski begitu, kantor juga tempat di mana kita bisa ketemu teman-teman. Teman-teman kantor itu beda, loh. Mereka adalah orang-orang yang tahu keluh kesah kita lebih dari keluarga sendiri. Kadang, kita nggak tahu lagi nih, kita ke kantor buat kerja atau buat curhat.
Oke, itu saja dari saya. Ingat ya, teman-teman, kerja itu penting, tapi jangan lupa untuk tetap santai. Karena kalau kita terlalu serius, nanti malah jadi kayak printer kantor—out of order! Terima kasih semuanya, selamat bekerja dengan bahagia!