Masalah Sehari-hari
Halo, semuanya! Jadi, belakangan ini saya merasa seperti hidup saya itu kayak acara TV reality show, cuma minus kameranya aja. Setiap hari penuh drama!
Ngomong-ngomong soal drama, kalian pernah nggak sih mengalami hal aneh di supermarket? Saya nggak tahu kenapa, setiap kali saya ke sana, saya selalu lupa bawa tas belanja. Padahal, sudah diperingatkan dari pintu masuk, "Bawa tas belanja sendiri untuk menyelamatkan bumi." Saya langsung berpikir, "Ini berarti kalau saya nggak bawa tas, bumi terancam, dong?"
Akhirnya, saya sampai di kasir dan kasirnya nanya, "Mau beli tas plastik, Mas?" Ini kayak ujian moral, loh. Mau nggak mau saya bilang, "Enggak, saya mau coba juggling belanjaan ini ke parkiran." Kalian pernah coba juggling telur? Saya juga enggak, makanya pecah semua.
Lanjut lagi, kalian pernah nggak dapat telepon dari nomor yang nggak dikenal? Terus, pas diangkat, yang ngomong itu robot. Saya tuh nggak ngerti, ya. Robot-robot ini kayaknya lebih aktif daripada saya dalam mencari kerja. Mereka bilang, "Halo, Anda terpilih untuk mendapatkan asuransi kesehatan." Saya pikir, "Kalau saya sakit, saya nggak butuh asuransi. Saya butuh robot ini datang dan bantuin saya."
Nah, kalau ngomongin teknologi, sekarang ini kita kayaknya lebih sering ngobrol sama Siri atau Google Assistant daripada ngobrol sama orang beneran. Saya pernah coba ngobrol sama Siri, saya bilang, "Siri, saya kesepian." Dan dia jawab, "Saya minta maaf, saya tidak memahami perasaan manusia." Ya, bagus, Siri, kamu emang lebih peka daripada mantan saya!
Terus, di rumah saya lagi ada masalah dengan nyamuk. Jadi, saya coba pakai obat nyamuk elektrik. Katanya sih, ini ramah lingkungan. Saya nggak tahu apakah ini ramah lingkungan atau enggak, tapi yang jelas, nyamuk-nyamuk di rumah saya sekarang kayaknya lebih kebal daripada tentara. Mereka malah party di sebelah alat itu sambil bilang, "Wih, ada disko gratis!"
Dan, terakhir nih, ada satu hal yang bikin saya mikir: Kenapa ya, setiap kali saya nyari remot TV, itu remot selalu hilang. Padahal, TV-nya enggak ke mana-mana. Kalau bisa ngomong, mungkin TV saya akan bilang, "Saya juga nggak tahu, Mas, remotnya ke mana. Saya juga bingung."
Oke, terima kasih semuanya, itu saja dari saya. Ingat, hidup ini kadang kayak standup comedy. Kadang kita tertawa, kadang kita cuma bisa garuk-garuk kepala.