Kehidupan Sebagai Anak Kost

Halo semuanya! Jadi, saya ini anak kost. Dan, kalau ada yang bilang hidup anak kost itu enak, mungkin mereka belum pernah ngerasain kehabisan uang di tanggal 10.

Sebagai anak kost, ada satu momen paling menegangkan dalam hidup saya: ketika dompet mulai tipis tapi tanggal gajian masih jauh. Di sini nih, kreativitas anak kost diuji! Contohnya, saya pernah bikin mie instan rasa perjuangan. Jadi, isinya cuma mie, air, sama doa.

Ngomong-ngomong soal mie instan, kalian sadar nggak sih, kalau kita makan mie instan terus baca bumbu-bumbunya, kita kayak chef Michelin: "Tambahkan minyak bumbu... aduk dengan kecap... taburkan bawang goreng..." padahal di kepala kita cuma mikir, "Gimana caranya ini bisa cukup sampai besok."

Terus, sebagai anak kost, kita punya skill penting: hemat listrik. Misalnya, saya selalu matiin lampu kamar tiap keluar, bukan karena cinta lingkungan, tapi lebih karena cinta sama dompet. Kalau meteran listrik di kost sudah mulai bunyi “tit... tit... tit...”, itu lebih horor dari film apa pun di Netflix.

Dan, ngomongin kost, pasti ada satu momen ini: kita telat bayar uang kost! Tiap bulan, rasanya ada lomba sprint nggak resmi antara kita dan Ibu Kost. Kalau Ibu Kost ngetuk pintu, kita langsung mendadak jadi ninja, pura-pura nggak ada di rumah. Kadang, saya sampai nyalain TV keras-keras biar kedengaran sibuk, padahal di dalamnya cuma saya dan mie instan rasa kenangan.

Teman-teman kost saya juga unik. Ada yang hobinya begadang sampai pagi, main game atau nonton YouTube. Tipe orang yang kalau ditanya, "Tidur jam berapa?" dia jawab, "Belum tidur." Nggak tahu ya, dia ngejar apa, mungkin ngejar level di game, atau ngejar rasa kantuk yang tak kunjung datang.

Dan pasti ada juga yang suka pinjam barang. "Bro, pinjam charger dong." Awalnya sih cuma charger, tapi lama-lama dia pinjam sabun, pasta gigi, dan puncaknya... sendal! Teman saya ini bukan sekadar pinjam sendal buat jalan-jalan di luar, dia pinjam buat mandi! Saya sampai bingung, "Bro, sendal ini kapan baliknya? Udah kayak barang warisan."

Terus, ada satu hal yang selalu bikin saya tersenyum kecil. Anak kost itu jago banget improvisasi. Misalnya, meja belajar kita jadi tempat makan, tempat tidur kita jadi sofa tamu, dan wastafel... bisa jadi tempat cuci piring juga. Multitasking di level yang nggak main-main.

Oh iya, anak kost juga ahli dalam urusan laundry. Tapi sayangnya, kita bukan ahli dalam nyuci sendiri. Laundry kiloan itu sudah kayak tempat penyelamatan darurat. Kalau laundry dekat kost tutup, rasanya kayak dunia mau kiamat. Yang lebih parah, kalau kita lupa ambil laundry, terus udah kehabisan baju bersih. Akhirnya, kita jadi pakai baju yang paling belakang di lemari, yang jarang banget disentuh. Baju "zaman dinosaurus" tiba-tiba muncul lagi.

Oke, teman-teman, sekian cerita saya sebagai anak kost. Kalau kalian lihat anak kost tersenyum di akhir bulan, itu bukan karena mereka bahagia, tapi karena mereka lagi pura-pura kuat. Terima kasih!